- BACA Newsletter
- Posts
- Misteri Kenapa Konten Threads Kamu Sepi, Padahal Sudah Niru Template Jualan yang Viral?
Misteri Kenapa Konten Threads Kamu Sepi, Padahal Sudah Niru Template Jualan yang Viral?

Kamu ngerasa nggak sih?
Belakangan ini Threads rame banget sama yang jualan produk digital.
Di satu sisi, itu hal bagus, artinya banyak yang mulai sadar potensi cuan dari platform ini.
Tapi di sisi lain... semua kayak seragam.
Template-nya itu-itu aja: "Dalam 30 hari aku bisa closing 7 juta! Mau juga? Scroll ke bawah."
Oke… awalnya emang works.
Tapi lama-lama?
Scroll, skip, lupa.
Kenapa?
Karena audiens sekarang makin pinter.
Mereka capek baca template yang 11-12.
Ga heran dong, kalau ada yang bilang, “Yah, ujung-ujungnya jualan ebook!”
Mana ada yang komentar kaya gini, “Ya elaah, udah beli ebooknya ternyata isinya cuma gitu doang, sama ajah kaya di Youtube, Google, dijualnya mehong bener!”
Stress ngga tuh!
Nah, kalau kamu penulis Threads idealis, yang suka nulis dengan hati dan mikir dulu sebelum posting, mungkin kamu relate sama ini:
"Kenapa konten aku nggak naik-naik ya? Padahal udah jujur, udah tulus. Tapi tetep aja kalah sama yang boombastis."
Tenang. Kamu nggak sendiri.
Cerita dari Sesi 1on1 dengan Mas Musli
Jumat 16 Mei 2025, start jam 8 malam wib, saya ngobrol di sesi 1on1 bareng Mas Musli. Siapa Mas Musli?
Dia ini seorang penulis dan kreator produk digital yang pernah saya beli produknya : Ebook Make Money Online Guide.

Aku pun mengajukan pertanyaan, "Mas, sebenernya tren POV itu bisa nggak sih dipakai buat Threads? Soalnya aku bingung banget ngerumusin idenya."
Diskusi selama 50 menitan itu jadi turning point.
Ternyata... aku sendiri pernah bikin konten POV.
Dan viral. Boom!
Yes, efeknya luar biasa. Followers baru berdatangan.
Tapi aku nggak konsisten.
Kenapa?
Karena bikin konten POV itu bukan asal bikin.
Harus riset, harus nyelam ke dalam diri, dan harus dibuat utas demi utas.
Nggak bisa instan.
Tapi justru di sinilah kuncinya.
Konten POV adalah pembeda.
Sepertinya Mas Musli pun mulai panas, karena setelah saya bertanya lebih detail, “Kalau di Threads menurut Mas Musli, siapa yang kontennya sering menerapkan ini?”
Dengan cepat, Mas Musli merekomendasikan saya untuk melihat akunnya (pertama) Mas Kotaro.

Mas Musli bocorin produk yang dijual Mas Kotaro.
Meskipun dia berprofesi sebagai engineering, terbaca dengan di bio Threadsnya, ternyata di websitenya Kotarois.me jelas banget menceritakan siapa dia, kenapa dia akhirnya memutuskan menjadi freelancer, produk yang dia buat.
Dan saya benar-benar tercerahkan tentang konten POV yang dibuat oleh Mas Kotaro.
Bukan cuma dia yang direkomendasikan akun Threads yang pakai teknik POV oleh Mas Musli, “Ada 1 lagi nih, coba buka akunnya Mas Ahmad Chaidir.”
Langsung saya buka link ke-2 yang dikirimkan oleh Mas Musli di chat Google Meet.
Seketika saya merasa otak saya berasap!

Banyak banget awan-awan di atas kepala saya…
Bahkan setelah selesai sesi 1on1 dengan Mas Musli saya belum bisa tidur!
Saya bayangkan alur cerita yang mau saya buat.
Saya bayangkan topiknya jadi berapa banyak yang bisa saya ubah ke dalam tulisan saya.
Nah, detailnya masih belum bisa saya tuangkan ke dalam artikel ini, karena terlalu banyak!
Tapi saya buat sepotong demi sepotong di blog Baca Newsletter saya ini!
Biar kamu ngga ketinggalan meresapinya, kamu tulis email kamu di halaman subscribe Baca Newsletter saya sekarang!
Oke….kita lanjut ya!
Otak saya mulai loading, mencari tahu kenapa konten POV pada umumnya itu bisa dipakai untuk personal branding di Threads.
Saya rangkum dari hasil observasi saya pada 2 akun yang direkomendasikan Mas Musli sebelumnya :
Konten POV itu Orisinal. Kita nggak bisa asal copy-paste. Harus ada esensi pengalaman pribadi atau empati yang dalam.
Konten POV itu Relatable. Audiens suka konten yang "ini gue banget."
Konten POV itu Ngasih rasa. Bukan cuma info atau tips, tapi juga perasaan.
Dari sini saya bisa yakin bahwa ini adalah jawaban dari keresahan banyak kreator idealis kayak kita.
Iya saya dan kamu (kalau kamu mau mengakui kamu juga kreator idealis).

Mungkin kamu masih bertanya-tanya, “Emangnya dari mana Kak Eliz tahu bahwa kreator idealis itu sedang resah dan gelisah?”
Eh kamu kemana aja?
Kamu ngga lihat kreator yang idealis itu lagi mengalami ini?
Engagement makin turun.
Mata pedes baca Threads kreator baru (pemula) pakai template lama yang boombastis (aah lagu lama ituh!)
Mata panda, karena kreator idealis kaya kita pengen sesuatu yang lebih bermakna, bukan cuma menjual janji, “Apa iya kita harus ikutin gaya template kaya kreator baru yang cuma copas mentornya?”
Saya rasain itu tauuuuk!
Jadilah otak saya ngepul dari semalam sampai sekarang tulisan ini dibuat!
Saya merasa ini kesempatan emas buat kretor idealis kaya kita!
Sorry dorry, yang jualan ebook pakai copywriting template boombastis kagak diajak!
Kecuali kamu mau dan berani mengajarkan para pemula untuk menggali potensi dirinya sendiri, bukan sekedar berorientasi terhadap uang semata!

Ketakutan saya ituh, sesuatu yang cepat booming, kaya produk digital ini booming banget, saya yakin bakal lebih booming karena sekarang terjadi PHK besar-besaran.
Saya ngga ingkari bahwa membuat dan menjual produk digital bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk menghasilkan cuan dari online.
Kalau sudah terlalu banyak yang menjual produk digital, entah itu dia sebagai kreator atau affiliate, pasar bisa menjadi jenuh!
Apakah sekarang sudah mengarah ke kondisi pasar produk digital yang jenuh?
Kreator yang kreatif akan selalu berinovasi!
Kreator idealis, sekarang waktunya kita bersinar.
Kita bukan gagal.
Kita cuma perlu satu hal: cara baru untuk menyampaikan pesan kita.
Dan POV adalah jawabannya.
Eh, yang onoh mah, mana tahu POV untuk kreator penulis?! 😏
Jadi, siap mulai bikin konten yang lebih jujur, lebih dalam, dan lebih ngena?
Coba sekarang. Bukan besok.
Karena yang idealis juga bisa viral kok.
Asal berani beda.
Kalau kamu mau selangkah lebih maju dari kreator produk digital yang sudah kamu beli produknya dan cuma ngajari copas, kamu subscribe BACA Newsletter saya! Gratis.

Reply